Cerita Dari Batch 1
Kelas ini dibuka pada Februari 2021 dan berakhir di Mei 2021. Sebanyak sepuluh peserta mengikuti kelas ini. Hanya saja seiring berjalan jumlah peserta menjadi berkurang hingga tersisa enam di akhir periode kelas. Beberapa alasan yang kami temui antara lain :
- Jadwal pelatihan yang bertabrakan dengan jadwal kuliah
- Mengikuti kegiatan lain di tengah berjalannya masa pelatihan
- Ada masalah dengan keluarga
Untuk dua masalah pertama yang disebutkan diatas, kami kemudian menjadikannya catatan penting sebagai salah satu persyaratan utama di gelombang berikutnya. Sementara untuk faktor ketiga merupakan hal yang muncul tanpa bisa kami intervensi lebih jauh. Meski demikian, beberapa peserta seperti Agusta dan Monika yang jadwal kuliah serta kerjanya bertabrakan mereka lebih memilih untuk mengikuti kelas hingga selesai. Solusi yang kami tempuh adalah memberikan surat permohonan kepada pihak kampus maupun tempat kerja agar diberi ijin mengikuti pelatihan. Cara ini berhasil membuat kedua peserta kami tidak mengalami masalah dengan kampus maupun kantor tempat mereka bekerja.
Selanjutnya, berdasarkan tingkat persentase kehadiran, sesi kelas Desain Grafis lah yang paling tinggi. Sedangkan sesi kelas Office adalah yang paling rendah. Meski demikian, justru kelas Multimedia lah yang menurut kuisioner yang dibagikan di akhir kelas menjadi kelas favorit. Selain itu, di kelas ini juga keterampilan video editing paling berkembang di antara peserta. Perkembangan yang cukup menggembirakan juga datang dari kelas Office khususnya Excell. Hal ini karena keterampilan Excell sangat dibutuhkan dalam pekerjaan kantoran.
Grafik 2.1.1 Persentase Kehadiran

Dari data grafik yang tersedia, terlihat bahwa rata-rata kehadiran peserta kelas TIK dan Multimedia berkisar antara 65%-75% dari jumlah mereka. Tingkat kehadiran terendah berada pada kelas Multimedia. Sedangkan tingkat kehadiran kelas tertinggi dipegang oleh kelas Office dan Desain Grafis. Beberapa faktor yang menyebabkan fluktuasi tingkat kehadiran adalah seperti yang telah diuraikan di atas.
Grafik 2.1.1 Hasil Pre-Test & Post Test Batch 1 (Multimedia)

Lebih lanjut, dari hasil pre-test maupun post-test terlihat bahwa keterampilan peserta meningkat meskipun secara konseptual maupun teori tidak begitu signifikan. Sebagai contoh pertanyaan mengenai kualitas video dalam ukuran pixel masih sulit dibedakan dalam angka baik pada saat sebelum pelatihan (pre-test) maupun sesudah (post-test).
Hingga akhir pelatihan, ada enam peserta yang menerima sertifikat. Pemberian sertifikat secara simbolik diberikan oleh tim Kopernik yang datang ke Merauke bulan Mei lalu kepada dua peserta yakni Monika Tanum dan Emanuel Kainakaimu.

Sedangkan dari hasil pre-test dan post-test kelas Desain Grafis, terlihat bahwa ada peningkatan secara konseptual dan pengetahuan dasar mengenai materi yang diberikan. Beberapa pertanyaan awal mengenai pengalaman perserta menunjukkan peningkatan dalam penggunaan software yang khusus untuk Desain Grafis. Sementara pertanyaan-pertanyaan berikutnya mengenai kemampuan keterampilan juga menunjukkan bahwa peserta sudah mengerti tentang bagaimana menggunakan software tersebut serta tujuan spesifiknya. Di antaranya adalah pemanfaatan dalam membuat iklan yang bersifat komersial maupun iklan masyarakat serta brosur digital.

Di kelas Office, nampak bahwa materi Microsoft Word dan Power Point tidak begitu sulit untuk dipelajari oleh peserta. Situasinya berbeda ketika peserta berhadapan dengan rumus-rumus Excell yang semuanya memakai istilah dalam bahasa Inggris. Jika ditinjau dari hasil tes akhir mereka, para peserta cukup memahami dan mampu menyelesaikan soal-soal yang menggunakan rumus-rumus Excell dasar. Hanya saja ketika dibuat dalam tes tertulis yang menggunakan istilah bahasa Inggris, banyak kekeliruan yang dibuat oleh peserta. Hal ini menunjukkan bahwa peserta kurang familiar dengan istilah-istilah bahasa Inggris.
2.3.1 Batch 1
Kelas Wirausaha Batch I dimulai bulan Februari 2021 – April 2021. Awalnya ada sekitar 10 orang yang mengikuti kelas ini. Di akhir sesi tersisa tiga orang saja. Mereka adalah Kansius, Emanuel dan Norbertus. Kansius mengajukan proposal bisnis usaha tambak ikan Nila. Sementara Emanuel dengan ide Content Creator. Norbertus mengembangkan seni membuat motif batik Papua. Emanuel saat ini sudah tidak aktif lagi karena ia mesti mempersiapkan diri mengikuti pelatihan intensif bahasa inggris. Kansius masih mencari tempat penjualan ikan Nila Kuning yang tersedia di kota Merauke. Sedangkan Norbertus saat ini sudah merampungkan pembuatan motif batik Papua.

Dari hasil pre-test yang dilakukan, semua peserta pernah mendengar tentang Kewirausahaan. Pengetahuan mereka mengenai konsep ini sebatas sebagi sebuah profesi usaha saja. Selain itu, mereka juga sudah pernah memiliki pengalaman dalam menjual sesuatu dengan tujuan mendapat keuntungan. Ada yang menjual ikan, kue dan sayur-sayuran. Sebagian besar motivasi peserta mengikuti kelas wirausaha agar kelak memiliki bekal untuk menjadi pengusaha. Sementara sisanya termotivasi untuk mendapat pengetahuan mengenai kewirausahaan.
Memang hingga terakhir kelas ini di gelombang pertama hanya tersisa dua peserta saja, yakni Norbertus dan Kansius. Norbertus fokus pada pembuatan motif batik. Sedangkan Kansius fokus pada pengembangan usaha tambak ikan bersama kelompok kerjanya.
Hingga di akhir program, Kansius mengundurkan diri dari inkubasi usaha tambak ikan air tawar. Alasannya adalah masalah internal di dalam kelompok mereka. Sedangkan Norbertus sudah menyelesaikan motif-motif batik yang dibuat lengkap dengan maknanya. Sisanya tinggal dieksekusi menjadi sebuah unit usaha. Selebihnya ada Nikinus Kogoya, seorang peserta kelas Literasi yang secara mandiri sedang mengembangkan usaha fotografinya. Oleh karena keterampilannya yang mumpuni di bidang desain grafis dan video grafis, sejak april ia sudah bergabung dengan kami sebagai tenaga paruh baya. Tugasnya adalah mendokumentasi semua kegiatan program berikut membuatnya menjadi video tematik. Dengan melihat semangatnya inilah, kami memutuskan untuk memasukkan dia ke dalam salah satu daftar peserta yang akan diberikan pendampingan untuk mengembangkan usahanya.

