Sosialisasi Kepada Orang Tua : Anak-Anak Asmaro Harus Melanjutkan Pendidikan Ke Sekolah Dasar
PAPUA MANDIRI – Setelah lebih dari dua tahun anak-anak Asmaro bermain dan belajar di TK, kini saatnya mereka melanjutkan studi ke jenjang berikutnya. Ada 21 anak Asmaro yang siap untuk masuk SD. 16 di antaranya sudah memiliki berkas yang lengkap. Sementara 4 anak lainnya masih berada di kampung karena mengikuti orang tua mereka. Ada satu anak lagi yang berkebutuhan khusus dan sudah didaftarkan di SLB yang ada di Merauke.
Untuk itu, Papua Mandiri mesti memberitahukan hal penting ini kepada orang tua mereka. Rabu 29 Juni bertempat di bawah pohon rindang di samping halaman kompleks perumahan Asmaro berlangsung kegiatan sosialisasi. Dalam kegiatan ini, para orang tua diberikan pemahaman tentang pentingnya menempuh jenjang pendidikan setidaknya 16 tahun (SD, SMP, SMA dan S1) tahun. “Lulus TK hanyalah awal dari perjalanan sebenarnya di Dunia pendidikan”, tegas Edo Mote. “Kalau bapa dengan mama dong mau hidup tidak susah di hari tua, maka anak-anak harus sekolah baik hari ini, supaya nanti dong (anak-anak) yang balik urus bapa dengan mama nanti”, tambahnya. “Kita sudah tidak hidup lagi di kampung di mana kita masih punya dusun yang ada sagu. Tinggal ambil hari ini besok kalau habis tinggal pi ambil lagi. Kita hari ini hidup di kota di mana semua perlu uang untuk bisa hidup. Maka dari itu, cara yang paling baik untuk dapat uang adalah bekerja dengan bayaran yang baik juga. Tapi untuk bisa dapat kerja yang baik, orang harus punya Pendidikan yang bagus. Makanya, mama dengan bapa hari ini harus punya komitmen untuk mendorong anak-anak dong tetap ke sekolah,”Edo menjelaskan secara detail.
Selain menjelaskan tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak Asmaro, ia juga meyakinkan para orang tua bahwa Yayasan Papua Mandiri Sentosa akan selalu bekerja sama dengan orang tua supaya anak-anak bisa tetap terus ke sekolah.” Nanti kita baku bantu supaya anak-anak dong bisa terus pi sekolah”, Edo meyakinkan para orang tua. “Jadi untuk di awal, nanti Papua Mandiri bantu urus masuk sekolah, urus biaya pendaftaran, kasih perlengkapan sekolah seperti seragam merah putih, seragam batik, seragam olahraga, seragam pramuka, sepatu, kaos kaki, tas sekolah, buku, pensil, penghapus, runcing, dan tempat pensil. Nanti juga ada transportasi setiap hari yang antar-jemput anak-anak ke sekolah. Yang penting tugas orang tua adalah setiap pagi kasih bangun anak-anak, siapkan dong untuk ke sekolah. Tidak ada lagi orang tua yang malas tau dengan de pu anak-anak. Kita baku bantu supaya kita pu anak-anak ini punya masa depan yang bagus. Buktikan bahwa Asmat juga bisa!”.
Tidak hanya bantuan perlengkapan sekolah dan transportasi, Papua Mandiri juga berencana akan memasukkan anak-anak Asmaro usía SD ini ke Asrama milik Papua Mandiri. “Pembangunan sudah hampir 100%. Tapi kita masih kendala sama biaya operasional. Jadi, selama anak-anak dong masih dengan bapa dan mama, tolong perhatikan dulu ya,” pinta Edo.
Sejak Februari 2022, Yayasan sedang membangun kawasan Papua Mandiri Center (PMC) yang di dalamnya terdapat Asrama, Sekolah untuk anak usía PAUD/TK dan satu Gedung Pertemuan. Hingga saat ini pengerjaan masih dalam tahap finishing. Hanya saja, masih terkendala biaya untuk pembelian fasilitas dan operasional bulanan anak-anak di Asrama kelak. “Semoga dalam beberapa bulan ke depan kita sudah punya dana supaya kita pu anak-anak bisa lebih cepat masuk ke Asrama dan kita bisa urus dong maksimal”, tambahnya.
Kegiatan ini ditutup dengan makan bersama sebagai ucapan syukur atas lulusnya anak-anak Asmaro bersama para orang tua.

