Akreditasi Di Depan Mata, Tim LPK Papua Mandiri Bertolak ke Jayapura bertemu Tim Asesor
PAPUA MANDIRI – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Papua Mandiri merupakan wujud legalisasi dari projek jangka panjang mencapai kemandirian Orang Asli Papua (OAP). Sebagai wadah formal, LPK Papua Mandiri bertujuan untuk memboboti generasi muda usia produktif untuk siap baik secara skill, mental dan karakter agar mampu bekerja secara optimal.
Sebagai pusat pelatihan peningkatan kapasitas keterampilan, LPK Papua Mandiri sudah berjalan sejak awal Februari 2021 lalu. Saat itu, masih menjadi bagian dari Program “Membangun Pemuda, Membangun Papua” yang bekerja sama dengan Kopernik. Sembilan bulan kemudian, tepatnya pada November 2021 LPK Papua Mandiri resmi memperoleh ijin operasional dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Merauke. Ijin tersebut dikeluarkan setelah adanya visitasi dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Merauke ke tempat pelatihan. Setelah berkunjung dan menyaksikan secara langsung aktivitas pelatihan, satu minggu kemudian ijin operasional dikeluarkan. Sejak saat itu, Program “Membangun Pemuda, Membangun Papua” dilembagakan menjadi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Papua Mandiri.

Dengan adanya ijin tersebut, maka peluang terbuka lebih besar kepada LPK Papua Mandiri agar bisa bermitra dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dan Pemerintah Daerah setempat (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi) untuk mensukseskan program peningkatan kapasitas angkatan kerja usia produktif. Di sisi lain, ijin tersebut juga memberikan kewenangan kepada LPK Papua Mandiri bisa mengeluarkkan sertifikat yang diakui oleh Pemerintah.
Namun demikian, LPK Papua Mandiri tidak hanya berhenti sampai pada tahap mendapat ijin operasional saja. Lebih lanjut, sebagai pemenuhan komitmen untuk meningkatkan kualitas yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, maka LPK Papua Mandiri sedang dalam proses melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan untuk akreditasi. Dalam rangka proses akreditasi ini, tim penilai dari Kemenakertrans telah berkunjung ke LPK Papua Mandiri pada Februari 2022 lalu. Setelah kunjungan perdana mereka di sela-sela kegiatan rutin kunjungan ke beberapa LPK di kota Merauke, Tim menyarankan untuk mengajukan akreditasi untuk tahun kerja 2022. Sejak saat itu juga, kegiatan pengumpulan dokumen yang disyaratkan telah dikerjakan hingga saat ini.
Tidak hanya sampai di situ saja. Demi mempersiapkan semua dokumen dengan baik, benar dan lengkap, baru-baru ini Tim LPK Papua Mandiri telah bertemu dengan Ibu Lea Griapon selaku Asesor LPK yang ditunjuk oleh Kemenakertrans di Jayapura. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Lea yang berprofesi sebagai guru di salah satu SMK di kota Jayapura ini menjelaskan dengan sangat rinci apa saja yang masih kurang untuk dilengkapi. Ia juga mengingatkan agar kelengkapan dokumen yang sudah ada sebaiknya dikirim ke Jayapura untuk dipelajari oleh Tim sebelum mereka berkunjung ke Merauke Agustus nanti. ” Ini karena kita punya waktu tidak banyak di Merauke. Jadi, sebaiknya kirim saja dulu yang sudah dikerjakan. Nanti kalau ada yang masih kurang sudah bisa dilengkapi sebelum Tim datang supaya nantinya tidak tergesa-gesa sampai kelupaan dalam mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan,” jelas Ibu Leas yang juga memiliki LPK Kecantikan.
Hingga saat ini, Tim kerja LPK Papua Mandiri sedang bekerja keras untuk mempersiapkan semua dokumen untuk dinilai layak atau tidaknya mendapat akreditasi. Jika LPK Papua Mandiri nantinya bisa memperoleh akreditasi dari Kemenakertrans, akan membuka lebih banyak lagi peluang kerja sama dengan semua Pemerintah Daerah di seluruh tanah Papua. Tujuannya tidak lain adalah untuk membantu pemerintah daerah mempersiapkan generasi muda Papua agar bisa memiliki kompetensi yang disyaratkan di dunia kerja.

