Kunjungan Perdana Hapin Netherland ke Yayasan Papua Mandiri Sentosa
PAPUA MANDIRI – Vera Wesseling selaku Direktur Hapin Netherland pada Sabtu 6 Agustus tiba di Merauke. Ini adalah kunjungan perdana Vera sebagai Direktur Hapin Netherland. Sebelumnya ia pernah mengunjungi Merauke sebanyak lima kali. Terakhir kunjungannya yakni tahun 2018.
Dalam kunjungan perdananya sebagai orang nomor satu Hapin Netherland, Vera berkesempatan melihat secara langsung projek yang telah dikerjakan bersama Yayasan Papua Mandiri Sentosa sejak tahun 2020. Seperti diketahui bahwa kerjasama program Hapin dan Papua Mandiri sejak dua tahun lalu meliputi Renovasi Toilet Komunitas Asmaro (2020), Toilet Training untuk anak-anak Asmaro (2020), Pelatihan Menjahit untuk mama-mama Asmaro (2021), Inkubasi Usaha Batik l’Sur (2021) hingga yang terakhir adalah Pelatihan Komputer bagi anak-anak Papua di Merauke selama satu tahun (2022). Dalam hal ini, Hapin membiayai 80% dari total biaya pelatihan. Sisanya dibayarkan oleh peserta.

Kemitraan strategis antara Hapin dan Papua Mandiri tidak lepas dari kesamaan visi yang diemban yakni untuk kemandirian OAP. “Kami sangat senang melihat dari dekat perkembangan projek yang dikerjakan oleh Papua Mandiri hingga saat ini”. Progres yang ada menunjukkan keseriusan Papua Mandiri sebagai mitra kerja Hapin dalam mewujudkan mimpi kita bersama, yakni agar anak muda Papua bisa mengasah skill nya supaya bisa bekerja”, kata Vera yang juga adalah seorang Magister Antropologi Budaya ini. “Selama ini Hapin berfokus mengerjakan projek-projek di bagian Utara saja. Padahal, saya sendiri memiliki darah Marind. “Lebih dari 17 tahun yang lalu, nenek saya – lahir dan besar di Papua – membawa saya ke pulau istimewa ini untuk pertama kalinya. Orang Papua memiliki tempat khusus di hati saya sejak perjalanan ini. Bukan hanya karena budaya mereka yang unik, tetapi juga karena posisi orang Papua di panggung dunia dan kurangnya suara mereka di media menyentuh saya. Sejak perjalanan itu saya beberapa kali naik pesawat kembali ke Papua. Antara lain, untuk menyelidiki peran perempuan muda Papua di rumah dan di sekolah untuk penelitian saya sebagai bagian dari gelar sarjana saya, lanjutnya.
Selain kunjungan kerjanya atas nama Hapin, Vera bersama keluarga juga datang untuk membesuk keluarganya yang ada di Merauke dan Boven Digoel. Selanjutnya ia terbang ke Jayapura untuk memantau dari dekat projek Hapin yang ada di sana. Sebagai informasi, Hapin telah bekerja di Papua selama hampir 50 tahun. Di bulan September nanti, tepat ulang tahun Hapin yang ke 50. Oleh karena itu, untuk memeriahkan pesta perak Hapin di Papua, Vera dan keluarga akan membawa oleh-oleh Batik Papua Selatan untuk dipamerkan di Belanda.

