Lima Kampung di Boven Digoel Menjalin Kemitraan Dengan LPK Papua Mandiri Untuk Peningkatan Kapasitas Manajemen Sumber Daya Manusia
PAPUA MANDIRI – Dalam rangka memperluas jaringan kemitraan, LPK Papua Mandiri telah menyelenggarakan pertemuan dengan berbagai kepala kampung yang berasal dari empat distrik di Kabupaten Boven Digoel. Mereka berasal dari Distrik Yaniruma, Firiwage, Kombay dan Bomakia. Turut hadir juga beberapa ketua Bamuskam dari masing-masing kampung beserta jajarannya.
Pertemuan ini menjadi ajang yang penting untuk memperkenalkan LPK Papua Mandiri kepada masyarakat Boven Digoel sekaligus berdiskusi mengenai kebutuhan dan persoalan yang selama ini dialami oleh masyarakat di kampung. Dalam sambutannya, Tika selaku Koordinator LPK Papua Mandiri di wilayah Boven Digoel menyampaikan pentingnya mempersiapkan anak-anak muda di kampung untuk bisa beradaptasi dengan perubahan yang sedang terjadi. “Bapa kampung sama Bamuskam kalau bisa harus bikin rencana supaya kita bisa persiapkan kita pu anak-anak muda ini untuk nanti bisa bekerja membantu pekerjaan administrasi di kampung atau di distrik”. “Ini supaya kita pu anak-anak nanti jang jadi penonton saja tapi bisa jadi pelaku perubahan itu sendiri,” tambahnya meyakinkan.
Usai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan presentasi program yang dibawakan oleh
Edoardo Mote selaku CEO LPK Papua Mandiri. “Kita tidak bisa menghindari perubahan. Satu-satunya cara menghadapi perubahan adalah dengan berdaptasi dengan perubahan itu sendiri”, tegasnya. “Hanya mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berubahlah yang akan bertahan”, tambahnya. “Sekarang kita hidup di dunia yang terkomputerisasi. Hampir semua aspek kehidupan telah terkonversi ke dalam bentuk digital. Ini juga termasuk kerja-kerja kita setiap hari. Untuk itu, kalau kita mau terus bisa menjadi bagian dari pelaku pembangunan, maka kita perlu mengadopsi keterampilan berbasis komputer (digital),” paparnya. “Oleh karena itu, kami hadir di Boven menawarkan kemitraan dengan bapa mama dong untuk membantu meningkatkan kapasitas masyarakat terutama aparat kampung dan anak muda di bidang komputer. Kalau bapa dengan mama berpikir program ini penting kita bisa atur rencana untuk kerjasama selama beberapa waktu ke depan” lanjutnya.
Setelah presentasi program, diskusi dan tanya jawab pun berlangsung. Nampak sebagian besar kepala kampung dan Bamuskam silih berganti memberikan komentar mereka terkait presentasi yang baru saja selesai.”Selama ini program seperti inilah yang kami tunggu-tunggu. Kami tidak mau nanti anak cucu kami jadi penonton. Tapi kalau bisa kami sendiri yang mengerjakan pekerjaan kami,” jelas Elia, Kepala Kampung Yafufla. “Tadi saya baru saja tanda tangan MoU. Jadi saya akan kirimkan 20 anak kami pertama dulu untuk dilatih. Saya berharap mereka bisa dilatih sampai bisa supaya nanti bantu saya di administrasi kampung,” harapnya.

Pertemuan perdana ini berlangsung di Kafe Birlian Kilo 1 Jalan Trans Papua pada tanggal 20 September 2022. Ada 45 peserta yang berasal dari 4 Distrik dan 12 kampung yang hadir pada pertemuan tersebut. Di akhir kegiatan, ada lima kepala kampung yang sepakat menandatangani MoU (Memorandum of Understanding). Garis besar MoU itu sendiri berisi tentang pelaksanaan program pelatihan manajemen berbasis komputer (digital) yang rencananya akan dijadwalkan di awal November mendatang.

