Merayakan Ulang Tahun ke 3, Papua Mandiri Menyelenggarakan Seminar Bertema “Anak Papua Siap Kerja”

Papua Mandiri – Papua Mandiri menyelenggarakan Seminar bertema “Anak Papua Siap Kerja” dalam rangka merayakan hari ulang tahunnya yang ke 3. Tema ini diambil sebagai sebuah deklarasi atas kesiapan anak Papua yang akan siap bekerja di segala bidang di tahun-tahun yang akan datang.

Bertempat di Gedung PKM Universitas Musamus, seminar ini diisi oleh tiga pemateri yang berasal dari Dinas Tenaga Kerja Kab. Merauke, Rumah BUMN Kab. Merauke dan dari LPK Papua Mandiri. Fransiscus Prajitno, S.Pi selaku Kepala LLK (Plt) Kab. Merauke dalam pemaparan materinya menyampaikan tentang kondisi ketenagakerjaan di kota Merauke. Menurut data yang disampaikanya, lowongan pekerjaan lebih banyak dibuka oleh swasta. Akan tetapi, banyak anak  muda angkatan kerja lebih memilih mencari lowongan pekerjaan di pemerintahan. Hal ini berdampak pada makin meningkatnya tingkat pengangguran di kota Merauke dari tahun ke tahun. Ia juga bercerita tentang seorang anak Papua yang punya skill bahkan dijadikan tenaga ahli di salah satu toko kue di kota Merauke, tapi setelah dua bulan bekerja akhirnya memilih keluar. “Apa yang membuat ia keluar karena tidak tahan dengan aturan kerja yang seakan mengekang”, lanjutnya bercerita. “Kita bisa apa kalau dia (anak Papua) pilih keluar?. Ini karena sikap kerja anak Papua memang belum terbentuk. Itu masalah utamanya. Banyak yang punya skill, tapi sedikit yang punya sikap kerja untuk menunjang karirnya”.

Setelah itu, materi kedua dibawakan oleh Amadea Sampepadang, SH selaku Koordinator Rumah BUMN Kab. Merauke. Dalam penyampaian materianya, ia menganjurkan anak muda agar berani berwirausaha.”Berwirausaha itu dimulai dari apa yang kita bisa. Minimal kita bisa melakukan sesuatu sedikit lebih baik dari orang lain, bisa dijadikan modal untuk berwirausaha”, jelasnya. Ia lantas mencontohkan keterampilan anyam rambut.”Kalau ade-ade bisa anyam rambut lebih variatif dari orang lain, ade-ade bisa menjual jasa itu ke orang yang mau anyam rambut”. Ia pun turut menganjurkan jika ada anak muda yang mau berwirausaha mulai dari nol, bisa dibimbing oleh rumah BUMN.

Selanjutnya, materi ketiga adalah sosialisasi dan promosi LPK Papua Mandiri yang dibawakan langsung oleh Dolvianus Mau, ST selaku Direkturnya. Dalam penjelasannya, ia mengajak anak muda Papua yang ingin meningkatkan skill kerja bisa langsung mendaftar di LPK Papua Mandiri.” Di LPK Papua Mandiri kita ada tiga penilaian utama, yaitu Kedisiplinan, Presensi dan Kreativitas. Siswa LPK tidak sekedar belajar skillnya saja, tetapi juga karakternya dibentuk agar memiliki mentalitas siap kerja”, katanya mengakhiri pemaparan materi.

Lebih lanjut, antusiasme peserta sangat tinggi dalam mengikuti seminar ini. Nampak di setiap sesi diskusi dari masing-masing materi yang dibawakan ada banyak peserta yang bertanya dan memberi tanggapan. Salah satu contoh pertanyaan yang cukup krusial yakni mengenai afirmasi hukum oleh pemerintah untuk memperkuat hak anak muda Papua dalam  mengakses lapangan pekerjaan di Swasta. Dari penjelasan Fransiscus, secara eksplisit regulasi di tingkat daerah belum ada yang mengatur secara spesifik tentang hal tersebut. “Ini akan menjadi perjuangan kita bersama atas nama amanat OTSUS untuk memberi hak kerja bagi anak muda Papua sehingga mereka akan merasa menjadi bagian dari proses pembangunan yang sedang berlangsung”, jelas Edoardo Mote selaku CEO Yayasan Papua Mandiri Sentosa.

Seperti diketahui, seminar ini diikuti oleh kurang lebih 100 anak muda dari berbagai kampus dan UMKM. Seminar ini merupakan rangkaian acara yang puncaknya diselenggarakan pada tanggal 26 Agustus dalam bentuk perayaan HUT Papua Mandiri ke 3 sekaligus peresmian gedung Papua Mandiri Center (PMC) yang berlokasi di jalan Kali Tamu, Blorep, Kelurahan Kamundu, Kab. merauke.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *